
Ia rela mempertahuhkan bagian tubuh yang sangat penting yang Allah SWT berikan demi taruhan (menang/kalah), seakan-akan ia tidak bersyukur dengan apa yang Allah SWT berikan kepada dirinya.
Disini saya tidak membahas mengenai kicauan Ahmad Dani tentang potong kemaluannya tapi ada pelajaran yang sangat berharga bisa kita ambil dari kejadian ini yaitu menjaga lisan.
Saya yakin banyak diantara kalian yang masih belum sanggup untuk menjaga lisannya ketika berbicara dengan orang lain.
Dalam islam tidak dibenarkan jika sesama makhluk ciptaan Allah SWT berbicara kasar / kotor, apalagi sampai melukai hati seseorang.
Perlu diingat, luka kena benda tajam akan sembuh dalam kurun waktu yang cepat namun bagaimana dengan luka karena lisan? Seumur hidup orang yang kamu sakiti perasaanya akan terus ingat dan yang paling menakutkan adalah ketika orang yang kamu sakiti memiliki dendam untuk membalasnya.
Menjaga lisan
Dengan menjaga lisan, pastinya akan mencerminkan pribadimu sebagai makluk sosial yang baik, sebagaimana firman Allah SWT :Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71].